Sabtu, 05 Juli 2014

kebersamaan sebelas ips 1 sma n 1 kejobong part4






















Sahabatku membunuhku


 
By : Ali Musobih

                Di malam minggu ini,aku melihat teman-temanku yang sedang duduk bahagia di temani kekasihnya.Bagi mereka,malam minggu malam yang penuh cinta,tapi bagiku tidak.Setiap malam aku sendiritanpa di temani seorang kekasih.Malam ini, aku duduk sendiri di depan rumahku sambil di temani nyamu yang bernyany di telingaku.Pandanganku di tuntun oleh cahaya bulan yang begitu terang dan kalau pun enggan tersenyum karena bulan selalu di temanioleh kekasih mereka.

                Beribu-ribu tanda tanya yang aku simpan dalam segumpal darah ini, untuk Tio kerinduan akan sosok Tio yang aku sayangi.Aku tak pernah tahu mengapa Tio berubah tidak pernah mengabariku.Setiap aku menyempatkan waktuku untuk mengirim pesan atau menghubungi Tio tetapi tidak pernah ada balasan dari Tio.Tak terasa sudah dua jam aku duduk di depan rumahku dengan pikiran yang selalu tertuju pada Tio.

                Suasana malam itu pu n berubah menjadi awan hitam telah menghapus bulan dan bintang.Kini hanya nyamuk yang masih setia menghiburku denga nyanyianya.Karena malam sudah mulai larut dan cuacanyapun sedikit berganti aku langsung berdiri melangkahkan kaki ini untuk menuju kamarku.Langsung ku letakan tubuhku di atas tempat tidur sambil melihat langit-langit kamarku,tak bisa aku menghindar dari bayangan Tio yang selalu menggangguku,selalu hadir di saat aku sendiri.Karena malam sudah sangat larut,aku mencoba menyimpan bayangan Tio dan menyimpan rasa rinduku padanya.Aku mulai memejamkan mataku untuk pergi alam yang tidak abadi.

                Keesokan harinya, aku di bangunkan oleh sang surya dan cahaya sang surya pun menuntunku untuk melakukan kewajibanku.Alu langsung mengambilair wudhu dan mellaksanakan sholat subuh, setelah selesai sholat subuh aku pun beranjak mengambil handuk da mandi.Setelah aku selesai mandi,aku langsung mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah.Hari pertamaku berangkat sekolah lagi, sekian lama libur aku tidak bisa bertemu dengan Tio, aku berharap bisa bertemu dengan Tio dan bisa bercanda tawa dengan Tio seperti dulu lagi.

                Hari ini aku harus berdandan cantik agar nanti saat Tio melihatku sudah cantik.Tak terasa jam menunjukan pukul 06.00 WIB.Biasanya jam segini Tio sudah ada di rumahku tapi kenapa Tio belum datang-datang.Aku pun mengambil HP,di atas meja belajarku dan aku langsung mengirim pesan padanya.

“Kak,kakak kok gak kesini sih,kakak berangkat bareng sama ade k an?Tanyaku

Tak lama kemudian Tio membalas pesanku

“Maaf de,kakak nggak bisa berangkat bareng dengan ade, soalnya kakak gak bawa  motor,motor kakak lagi di service” Jawabnya.

“oh ya udah,nggak papa ko kak”Jawabku

Tak sempat sarapan aku berangkat sekolah.Sesampainya di sekolah aku bertemu dengan Cika,teman dekatku.Aku dan cika sudah berteman sejak kecil,aku sangat menyayanginya,  aku sudah menganggap Cika sebagai saudaraku sendiri.

                Aku dan Cika tidak langsung ke kelas melainkan duduk-duduk di depan kelas Tio. dengan senyuman, tetapi Tio tidak membalas senyumanku melainkan Tio memberikan senyuman kepada Cika.Aku pun mencoba berfikir positif.Mungkin Tio tak melihatku.Tak lama dari itu bel masukpun berbunyi,aku dan Cika langsung masuk  ke kelas.Sekarang pikiranku langsung ku arahkan pada mata pelajaran saat ini.Aku langsung melupakan apa yang terjadi pada aku dan Tio.

                Tak sengaja pandanganku terarah pada Cika yang sedang membaca pesan dari seseorang.Tak sengaja aku melihat nomor yang mengirim pesan pada Cika, ternyata itu nomor Tio,aku hafal dengan nomor Tio.Konsentrasiku pun langsung buyar. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada Cika.

“Lagi baca pesan dari siapa Cik,kelihatanyya kok gembira banget?” Tanyaku kalau aku pura-pura tidak tahu kalau itu nomor Tio.

“Dari pacarku”Jawabnya dengan singkat.

Akupun terdiam mendengar Cika berbicara seperti itu.

“Kamu udah punya pacar Cik,siapa namanya Cik?Tanyaku

“Tio”Jawabnya dengan singkat.

“Wah kok sama ya nama pacar kamu sama pacar aku,kok kamu nggak pernah cerita sama aku sih Cik kalau kamu punya pacar”Jawabku.

“Udahlah,kepo banget si kamu?” Jawabnya.

Aku mulai curiga sama Cika.Akhir-akhir ini sikap Cika mulai berubah padaku,kenapa Cika nggak mau jujur kalau pesan itu dari Tio kekasihku dan kenapa bilang pesan itu berasal adri pacarnya.

                Tak sadar,aku dudk di kelas 2 jam,bel istirahat pun berbunyi.Aku mengajak Cika ke kantin,awalnya Cika nggak mau ke kantin,tapi setelah Cika melihat Tio dan Rio ke kantin Cika langsung mau ke kantin.Aku pun penasaran sama sikap Cika akhir-akhir ini.Aku mencoba menutupi sikap penasaranku terhadap Cika.Sesampai di kantin aku memberikan senyuman pada Tio, tapi Tio tidak membalas senyumku.Tio malah ngobrol dengan Cika dengan asyiknya.Segumpal darah ini pun menangis melihat sang kekasih dengan sahabatku sendiri.Tiba-tiba ada yang menarik tanganku.Dan ternyata itu adalah Rio.

“Ada apa sih yo?” Tanyaku.

“Hemmm aku Cuma mau tanya sama kamu Ra?” Jawabnya.

“Tanya apa yo?”Jawabku.

“Kamu sudah putus sama Tio ya ra? Tanyanya.

Jantungku rasanya mau berhenti ketika Rio mengatakan seperti itu.

“Belum lah,emang kenapa? Terus kamu tahu dari siapa?”Jawabku dengan penasaran.

“Tio”Jawabnya.

Akupun langsung pergi ke kelas dan tak dapat di tahan mutiara jatuh dari mataku.Karena saat itu guru-guru mau rapat jadi kami di suruh belajar di rumah.

                Aku mencoba melangkah kakiku untuk pulang.Aku terus di bayangi oleh ucapan Rio tadi padaku.Tak lama dari itu aku melihat motor Tio terparkir di sebuah warung kecil.Karena penasaran, aku menghampiri warung tersebut, dan tak ku sangka ternyata di sana ada Tio dan Cika.Aku langsung marah pada Tio dan Cika.

“Ohh jadi begini kelakuan kalian di belakang aku?!” Tanyaku dengan marah.

“Ira,kamu di sini juga?”Tanya Tio.

“Ya,kenapa?Kalian kaget melihat aku?Jawabku.

“Bagus deh kalau kamu di sisni,aku mau ngasih tahu kalau aku sama Tio sudah jadian selama tiga bulan yang lalu.Aku udah cape pacaran diam-diaman di belakang kamu.

“Udah aku duga ternyata kalian bermain api di belakangku, salah aku apa sih sama kalian?Cik kenapa sih kamu kaya gitu sama aku?Kita ini sahabat Cik,masa kamu membunuh sahabat kamu sendiri”Jawabku.

“Sahabat?hahahahaaaa......... itu kan dulu Ra,sekarang udah engga!Udah deh prgi aja sana! Tio udah udah nggak cinta lagi ama kamu,Tio milik aku Ra,ingat itu!”Jawabnya.

“Aku nggak percaya kalau kalian seperti ini padaku.”Jawabku sambil menangis.

“Udahlah Ra,nggak usah ganggu aku sama Cika lagi.Aku udah jadi milik Cika,mulai sekarang kita putus”!Jawab Tio.

Karena marahnya aku sama mereka,aku pun langsung pergi ke rumah.

                Sesampainya di rumah,aku pun langsung ke kamar meletakan tubuhku yang lemas ini di atas tempat tidurku sambil menagis.Mutiara ini ini tidak henti-hentinya keluar dari mataku, aku menangis, dan terus menangis.Kesedihanku di temani oleh langit,sekarang awan langit yang biru tertutup awan hitam dan langit pun ikut menangis dan di temani guntur yang menyambar bumi.

                Tak lama kemudin,aku mendengar HP ku berbunyi tapi tak pernah aku tanggapi.Berkali-kali Hpku berbunyi dan akupun mencoba menggerakan tanganku untuk mengambil HP ku yang ku taruh di atas meja.Ternyata ada pesan dari Cika.

“Ra,tolong kamu sekarang ke rumah sakit.Tio tadi kecelakaan dan sekarang sedang kritis dan memanggil nama kamu terus Ra.Aku mohon cepat ke sini Ra,?Ucapnya.

Tapi tak pernah aku tanggapi pesan itu,aku hanya bisa menangis,menagis,dan hanya menangis.Berkali-kali Cika menghubungiku tapi tak pernah aku membalasnya karena HP aku berbunyi terus ku lempar ke dinding”plak”.

                Tak lama kemudian,orang tua Tio datang ke rumahku dan membujuk untuk datang ke rumah sakit,”Nak,ibu dan bapak tolong jenguk Tio nak,Tio ingin sangat meminta maaf padamu”.Ucap orang tua Tio.

Aku pun hanya terdiam dan menangis.Berkali-kali orang tua Tio berbicara seperti itu tapi aku bersih keras tidak mau menjenguk Tio.Hingga akhirnya orang tua Tio berkata,”Nak apakah ibu dan bapak harus bersujud padamu agar kamu mau menjenguk dan memaafkan Tio?”

Karena aku kasihan sama mereka akhirnya aku pun mau menjenguk Tio.Tetapi kedatanganku terlambat sebelum Tio meminta maaf langsung padaku,Tio sudah meninggal dunia.Dan kini hanya ada bayangan semu akan adanya bayangan Tio di hadapanku.