BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG
Mengemis suatu pekerjaan yang sangat
memprihatinkan.Karena mengemis adalah pekerjaan yang di lalukan di sekitar
jalan-jalan besar,masjid,alun-alun,pasar,dan sebagainya. Seseorang yang
mengemis biasanya memakai pakaian yang kusut,kotor,dan kucel. Pada umumnya
seseorang yang mengemis adalah orang-orang yang sudah lansia yang tidak
memiliki pekerjaan. Tapi, pada zaman sekarang ini mengemis tidak hanya di
lakukan oleh lansia atau orang yang sudah tua saja,mengemis juga di lakukan
oleh orang-orang yang masih muda bahkan anak-anak.
Mengemis banyak dilakukan oleh sebagian orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Selain itu
mengemis adalah suatu cara paling akhir untuk mendapatkan penghasilan
sehari-hari. Namun,akhir-akhir ini pertumbuhan pengemis diIndonesia mengalami
kenaikan yang sangat drastis,salah satunya di purbalingga (Jawa Tengah).
Pemeritah kabupaten purbalingga perlu memperhatikan secara khusus tentang
pertumbuhan pengemis di Purbalingga.
Di
kota-kota besar seperi Purbalingga sangat mudah kita jumpai deretan-deretan
pengemis yang berkeliaran.Karena banyaknya pengemis tidak sedikit orang yang
merasa resah terhadap keberadaan mereka.Keresahan itu terjadi karena
pengemis-pengemis yang meminta-minta itu biasanya mengganggu kegiatan atau
aktifitas orang-orang yang mereka mintai.
Islam
memandang pengemis sebagai pekerjaan yang haram.Alasannya karena mereka menipu
dan merampas hak orang miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan. Baik
caranya dengan pengemis secara konvensional,ataupun mengemis menggunakan
lembaga fiktif.
Dalilnya
ialah :
Diriwayatkan
dari Hubsyi bin Junaadah Radihyalahu’anhu, ia berkata: Rasulullah saw bersabda
yang artinya “ Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya
kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan
bara api “. HR.Ahmad.
Untuk mengatasi permasalahan pengemis di
Purbalingga,kami tertarik untuk melakukan pengamatan tentang apa yang melatar
belakangi seseorang menjadi pengemis.
B.RUMUSAN
MASALAH
Tujuan di adakanya pengamatan tetang
‘’Fenomena Pengemis di Purbalingga’’ adalah untuk mengatasi hal –hal berikut:
1. Apa
penyebab mereka menjadi pengemis?
2. Mengapa
mereka memilih berprofesi menjadi seorang pengemis?
3. Apa
alasan mereka mengemis di Purbalingga?
4. Bagaimana
cara mengatasi perluasan pengemis di Purbalingga?
C.TUJUAN
Tujuan di adakan kegiatan pengamatan
ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui alasan mereka menjadi pengemis.
2. Untuk
mengetahui alasan mereka berprofesi menjadi seorang pengemis.
3. Untuk
mengetahui alasan mereka mengemis di Purbalingga.
4. Untuk
mengetahui bagaimana cara mengatasi perluasan pengemis di Purbalingga.
D.MANFAAT
PENELITIAN
1. Bagi
pengemis diharapkan untuk berhenti dari mengemis.
2. Bagi
pemerintah diharapkan untuk menentukan langkah yang bijak dalam mengatasi
pertumbuhan pengemis di Purbalingga.
3. Bagi
masyarakat diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi pemerintah maupun
pengemis.
4. Bagi
semua instansi yang berkaitan,diharapkan dapat lebih selektif terhadap
perkembangan lingkungan sosial.
BAB II
HASIL PENGAMATAN DAN
PEMBAHASAN
A.Hasil pengamatan
1. Data
pengemis
Berdasarkan
pengamatan yang kami lakukan selama kurang lebih 3 minggu,dengan beberapa
responden terdapat hasil sebagai berikut.
|
No
|
Nama
|
Umur
|
Alamat
|
Penghasilan
perhari
|
|
1
|
Sartini
|
60
|
-
|
±105
|
|
2
|
Suparjo
|
53
|
-
|
±85
|
|
3
|
Satiem
|
59
|
-
|
±150
|
Tabel
1.1
Dari responden dengan nama Sartini yang
berumur 60 tahun dan berpenghasilan ± Rp 105.000,00.
Gambar
1.1
Responden
ini mengaku bahwa dirinya bernama Sartini,dan mengatakan bahwa ia sudah
mengemis selama ± 15 tahun. Ia mengatakan bahwa ia bekerja sebagai pengemis untuk memenuhi kebutukan hidupnya
dan kedua anaknya. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia juga dia juga memembutuhkan obat pribadi seperti
obat mag, karena dia sudah mengidap sakit mag ketika berusia ± 50 tahun. Dia
juga sering muntah darah ketika dirinya merasa kecapaian.
Dia
juga sering mengemis di berbagai tempat di Purbalingga misalnya di pasar
Bukateja,Masjid Besar Nurul Falah (Bukateja), Masjid Agung Darussalam
(Purbalingga), Alun-alun Purbalingga, Pasar Sega Mas (Purbalingga) dan
lain-lain.
Responden dengan nama Suparjo
yang berumur 53 tahun mengaku bahwa dirinya sudah mengemis sekitar ± 4 tahun
karena kecelakaan sampai kakinya patah. Dia juga merasa tidak dapat mempunyai
pekerjaan karena kondisinya yang sekarang ini,selain untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya ia membutuhkan obat pribadi untuk kakinya yang patah.Ia mengatakan
bahwa penghasilanya tidak menentu atau tergantung situasi dan kondisi,misalnya
saat bulan suci Ramadhan ia bisa mempuyai uang hingga ± Rp.100.000,00 perhari
tetapi saat hari-hari biasa ia mendapatkan uang dari hasil mengemis sampai ±
Rp. 85000,00.Dengan kondisi seperti ini dia mengatakan bahwa dirinya mengemis
melalui emperan toko,atau masuk ke dalam pasar seperti para pedagang atau
pembeli yang ada di pasar.Sebelumnya dia bekerja sebagai buruh tani dan buruh
serabutan.
Responden
dengan nama Satiem yang berumur 59 tahun dan berpenghasilan ± Rp 150.000,00.
Responden ini tidak mau di wawancarai secara lebih lanjut karena dia sedang
terburu-buru. Dia hanya menyebutkan nama, penghasilan sehari-hari dan umurnya
saja. Alasan dia tidak mau di wawancarai secara lebih lanjut karena dia sedang
terburu-buru.
Dari table 1.1 dapat di simpulkan
bahwa banyak orang menjadi pengemis karena faktor ekonomi yang serba kekurangan
maupun karena keterbatasan fisik, sempitnya lapangan kerja dan terbatasnya
jaminan kesehatan.
2.Pendapat
Masyarakat Tentang Pengemis
Indah
(seorang apoteker) yang beralamat di Jl.Argandaru No.5 Bukateja,berpendapat
bahwa pengemis sangat meresahkan dan mengganggu aktivitasnya ketika sedang
bekerja. Dia berpendapat
bahwa
mengemis di perbolehkan jika memang dia benar-benar tidak mampu bekerja atau
benar-benar terdesak,selain itu dia juga mengatakan bahwa pihak pemerintah
sendiri belum menindaklanjuti dengan tegas selama dia bekerja sebagai apoteker
di Bukateja. Menurut dia sebenarnya pengemis itu bukan orang yang meminta-minta
uang saja,baik secara halus maupun secara kasar.Bahkan dia juga pernah di cela
dengan kata-kata yang tidak senonoh,karena tidak memberikan uangnya kepada
pengemis.
Pak
Tohari(penjaga masjid Besar Nurul Falah Bukateja) berpendapat bahwa pengemis
itu tidak selamanya kekurangan, banyak pengemis yang sebenarnya mampu secara
ekonomi dan fisiknya, tetapi mereka malas untuk mencari pekerjaan yang lebih
baik.Dia juga pernah mengusir pengemis yang sedang
mengemis
di Masjid samping rumahnya, tetapi pengemis itu tidak pernah mendengarkan
perkataanya, untuk tida mengemis.Menurut dia pengemis yang berada di Masjid itu
sebenarnya sehat,mampu secara ekonomi,dan fisiknya.
Istri
pak Tohari mengatakan bahwa pengemis itu tetap berada di masjid meskipun sudah
di peringatkan berulang kali olehnya.Dia juga mengatakan bahwa pengemis yang
mengemis di masjid itu tidak mau beribadah di masjid, walaupun sudah di
peringatkan berulang-ulang olehnya.
Sopir
angkot berpendapat bahwa pengemis yang mengemis di masjid itu sebenarnya adalah
orang yang mampu secara ekonomi, buktinya dia memiliki rumah yang layak huni
dan fasilitas yang cukup memadai.
Pedagang
di pasar juga berpendapat bahwa pengemis itu sering kali membuat kesal, karena
biasanya pengemis itu jumlahnya sangat banyak.Pedagang di pasar itu juga
mengeluh bahwa dia sudah bosan melihat pengemis-pengemis itu setiap harinya.
B.
Pembahasan
Kami
melakukan pengamatan ditiga tempat yang berbeda.Pertama kami melakukan
pengamatan di masjid besar Nurul falah Bukateja.Disana kami mendapati seorang
pengemis.Dia mengaku bernama Sartini.Dia berumur 60 tahun.Dari hasil pengamatan
kami dapat dijelaskan bahwa pengemis tidak hanya berada di jalanan atau tempat
yang ramai, namun pengemis juga berada ditempat peribadahan.Hal ini menunjukan
bahwa keberadaan pengemis di Purbalingga sudah dianggap hal yang biasa.Namun
dengan adanya pengemis banyak pula masyarakat yang merasa terganggu.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari pernyataan di atas, dapat di simpulkan bahwa
faktor ekonomi dan keterbatasan fisik menjadi penyebab utama mereka menjadi
pengemis.
B. Saran
Dari
hasil pengamatan yang kami lakukan, sebaiknya para penggemis harus dapat
mengenali keadaan di sekitarnya dengan cermat.Bagi pemerintah sebaiknya perlu
melakukan penanganan terhadap maraknya pengemis sekarang ini.Bagi masyarakat
sebaiknya perlu waspada terhadap pengemis-pengemis yang berkeliaran.
DAFTAR
PUSTAKA
Https;m.facebook.com/kastrateknishampfara/posts/536319336388173