Senin, 26 Mei 2014

Kasih yang tertunda


Kasih Sayang yang Tertunda


          Pagi ini langit terlihat mendung, seperti biasa Adinda atau yang biasa dipanggil Dinda oleh keluarga dan teman-temannya, harus membantu ibunya.Dinda mempunyai adik yang bernama kallin yang duduk dikelas 3 SD, dia juga mempunyai teman yang selalu membantunya yaitu kristy dan elin.Dinda berangkat naik sepeda dan membantu membawa dagangan ibunya.Saat dijalan ban sepedanya bocor dan terpaksa dia harus menuntun sepedanya, tiba-tiba ada seorang anak membawa motor dengan cepat dan air yang ada dijalan mengenai sepeda dan baju Dinda.Setelah anak itu berhenti dan membuka helmnya ternyata dia adalah Adrian teman sekelasnya, dia anak pengusaha yang sukses, tetapi orang tuanya jarang sekali memperhatikannya. Adrian hanya tertawa melihat baju Dinda yang kotor, bahkan dia meneruskan perjalanannya dan tidak mengucapkan maaf pada Dinda karena dia menganggap Dinda teman yang tidak asyik dan terlalu rajin. Akan hal itu Adrian sering kali menjaili Dinda, tapi Dinda hanya menerima dengan lapang dada.Dan Adrian mempunyai penyakit yaitu sering mimisan, bahkan dia sendiri tidak tahu apa penyakit yang dideritanya, karena hal itulah Dinda selalu diam jika Adrian menjaili dirinya.

          Setelah Dinda tiba disekolah ternyata bel berbunyi dua menit yang lalu, dan Dinda masuk ke kelas dengan buru-buru, setelah dia masuk ternyata sedang diadakan ulangan, dan terpaksa dia harus duduk dibelakang disamping Adrian.Karena Dinda anak yang pintar dan baik hati, tidak aneh lagi jika banyak yang minta bantuan termasuk Adrian.Pada saat jam istirahat Adrian sedang duduk dikantin tiba-tiba seperti biasa darah keluar dari hidungnya dan Dinda menyeka darah yang ada dihidung Adrian dan Adrian terdiam saat melihat Dinda menyeka darah yang ada dihidungnya, Adrian berkata dalam hatiny dia seolah tak percaya” kenapa dia masih baik sama aku padahal aku sering menjaili dia, aku juga tidak pernah minta maaf padanya, bahkan saat aku menjaili Dinda, Dinda tidak pernah marah dan membalas perbuatanku”. Sebenarnya Dinda sudah tau kalau sifat Adrian itu keras kepala dan tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain, sekalipun itu perkataan dari orang tua Adrian, karena hal itulah Dinda selalu diam jika ada Adrian.Disaat itu Dinda membujuk Adrian agar dia mau periksa ke Rumah sakit, karena Dinda yakin pennyakit Adrian sudah parah.

              Sepuluh menit Dinda menunggu jawaban Adrian, dengan segala rayuan dan perkataan Dinda yang menyentuh hati Adrian, akhirnya Adrian mau periksa ke rumah sakit.Disaat perjalanan,  Dinda dan Adrian bercakap-cakap, Adrian berkata pada Dinda “jika umurku tidak panjang lagi aku minta satu permintaan, tolong katakan pada orang tuaku aku sangat sayang pada mereka, aku menyembunyikan penyakitku ini karena aku tidak mau mereka sedih akan penyakitku ini”.Setelah mereka tiba di rumah sakit dan baru berjalan tiga langkah Adrian terjatuh dan darah keluar dari hidungnya.Setelah lima menit kemudian Adrian sadar dan menggengam tangan Dinda erat-erat dan berkata ‘’untuk yang terakhir kalinya aku hanya ingin melihat video saat aku dan kedua orangtuaku bercanda bersama-sama”.Akhirnya Dinda menyalakan video tersebut dan Dinda terlihat sangat sedih, dia tidak pernah menyangka akan hal sedang terjadi ini.

             Disaat Adrian sedang asyik menonton video itu, Dinda diam-diam menelfon orang tua Adrian.Ketika orang tua Adrian menemui Dinda, Dinda menjelaskan apa yang diderita Adrian dan apa yang Adrian katakan ketika perjalanan ingin ke rumah sakit.Orang tua Adrian seolah tidak percaya apa yang dikatakan Dinda karena mereka mengira Adrian anak yang sehat dan dia juga tidak pernah ada gejala-gejala seperti anak sakit, Dinda mengatakan Adrian tidak mau menunjukan penyakitnya didepan kalian, karena dia tidak  mau Ibu dan Bapak sedih akan penyakit yang dia derita, Adrian juga mengatakan hanya satu kata yang dia ingin katakan pada kedua orang tuanya  yaitu kata “sayang”.Mereka lalu berlari menemui Adrian dan mencium sebagai tanda kasih sayang dan penyesalan mereka, tetapi bagaimmana lagi penyesalan pasti datangnya terakhir.Disaat mereka sedang tertidur Adrian membangunkan mereka dan mengatakan “Ibu, Ayah aku sangat sayang pada kalian, aku juga sengang dan bangga mempunyai orang tua sebaik kalian, dan aku juga ucapkan terima kasih pada Dinda aku banyak salah pada kamu dan kamu juga sudah banyak membantuku disaat terakhirku ini, aku sangat senang mempunyai orang-orang yang sayang padaku dan  selalu ada disaat aku butuh, tapi mungkin takdirlah yang akan mengakhiri kebahagian kita bersama dan disaat itu Adrian meninggal.Dan setelah pemakaman Adrian selesai Dinda menunggu ada sekitar dua jam karena bagi Dinda ini seperti mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar