Kasih Sayang yang Tertunda
Pagi ini langit terlihat mendung,
seperti biasa Adinda atau yang biasa dipanggil Dinda oleh keluarga dan teman-temannya,
harus membantu ibunya.Dinda mempunyai adik yang bernama kallin yang duduk
dikelas 3 SD, dia juga mempunyai teman yang selalu membantunya yaitu kristy dan
elin.Dinda berangkat naik sepeda dan membantu membawa dagangan ibunya.Saat
dijalan ban sepedanya bocor dan terpaksa dia harus menuntun sepedanya,
tiba-tiba ada seorang anak membawa motor dengan cepat dan air yang ada dijalan
mengenai sepeda dan baju Dinda.Setelah anak itu berhenti dan membuka helmnya
ternyata dia adalah Adrian teman sekelasnya, dia anak pengusaha yang sukses,
tetapi orang tuanya jarang sekali memperhatikannya. Adrian hanya tertawa melihat
baju Dinda yang kotor, bahkan dia meneruskan perjalanannya dan tidak
mengucapkan maaf pada Dinda karena dia menganggap Dinda teman yang tidak asyik
dan terlalu rajin. Akan hal itu Adrian sering kali menjaili Dinda, tapi Dinda
hanya menerima dengan lapang dada.Dan Adrian mempunyai penyakit yaitu sering
mimisan, bahkan dia sendiri tidak tahu apa penyakit yang dideritanya, karena
hal itulah Dinda selalu diam jika Adrian menjaili dirinya.
Setelah Dinda tiba disekolah ternyata
bel berbunyi dua menit yang lalu, dan Dinda masuk ke kelas dengan buru-buru,
setelah dia masuk ternyata sedang diadakan ulangan, dan terpaksa dia harus
duduk dibelakang disamping Adrian.Karena Dinda anak yang pintar dan baik hati,
tidak aneh lagi jika banyak yang minta bantuan termasuk Adrian.Pada saat jam
istirahat Adrian sedang duduk dikantin tiba-tiba seperti biasa darah keluar
dari hidungnya dan Dinda menyeka darah yang ada dihidung Adrian dan Adrian
terdiam saat melihat Dinda menyeka darah yang ada dihidungnya, Adrian berkata
dalam hatiny dia seolah tak percaya” kenapa dia masih baik sama aku padahal aku
sering menjaili dia, aku juga tidak pernah minta maaf padanya, bahkan saat aku
menjaili Dinda, Dinda tidak pernah marah dan membalas perbuatanku”. Sebenarnya
Dinda sudah tau kalau sifat Adrian itu keras kepala dan tidak mau mendengarkan
masukan dari orang lain, sekalipun itu perkataan dari orang tua Adrian, karena
hal itulah Dinda selalu diam jika ada Adrian.Disaat itu Dinda membujuk Adrian
agar dia mau periksa ke Rumah sakit, karena Dinda yakin pennyakit Adrian sudah
parah.
Sepuluh menit Dinda menunggu
jawaban Adrian, dengan segala rayuan dan perkataan Dinda yang menyentuh hati
Adrian, akhirnya Adrian mau periksa ke rumah sakit.Disaat perjalanan, Dinda dan Adrian bercakap-cakap, Adrian
berkata pada Dinda “jika umurku tidak panjang lagi aku minta satu permintaan,
tolong katakan pada orang tuaku aku sangat sayang pada mereka, aku
menyembunyikan penyakitku ini karena aku tidak mau mereka sedih akan penyakitku
ini”.Setelah mereka tiba di rumah sakit dan baru berjalan tiga langkah Adrian
terjatuh dan darah keluar dari hidungnya.Setelah lima menit kemudian Adrian
sadar dan menggengam tangan Dinda erat-erat dan berkata ‘’untuk yang terakhir
kalinya aku hanya ingin melihat video saat aku dan kedua orangtuaku bercanda
bersama-sama”.Akhirnya Dinda menyalakan video tersebut dan Dinda terlihat
sangat sedih, dia tidak pernah menyangka akan hal sedang terjadi ini.
Disaat Adrian sedang asyik
menonton video itu, Dinda diam-diam menelfon orang tua Adrian.Ketika orang tua
Adrian menemui Dinda, Dinda menjelaskan apa yang diderita Adrian dan apa yang
Adrian katakan ketika perjalanan ingin ke rumah sakit.Orang tua Adrian seolah
tidak percaya apa yang dikatakan Dinda karena mereka mengira Adrian anak yang
sehat dan dia juga tidak pernah ada gejala-gejala seperti anak sakit, Dinda
mengatakan Adrian tidak mau menunjukan penyakitnya didepan kalian, karena dia
tidak mau Ibu dan Bapak sedih akan
penyakit yang dia derita, Adrian juga mengatakan hanya satu kata yang dia ingin
katakan pada kedua orang tuanya yaitu
kata “sayang”.Mereka lalu berlari menemui Adrian dan mencium sebagai tanda
kasih sayang dan penyesalan mereka, tetapi bagaimmana lagi penyesalan pasti
datangnya terakhir.Disaat mereka sedang tertidur Adrian membangunkan mereka dan
mengatakan “Ibu, Ayah aku sangat sayang pada kalian, aku juga sengang dan
bangga mempunyai orang tua sebaik kalian, dan aku juga ucapkan terima kasih
pada Dinda aku banyak salah pada kamu dan kamu juga sudah banyak membantuku
disaat terakhirku ini, aku sangat senang mempunyai orang-orang yang sayang
padaku dan selalu ada disaat aku butuh,
tapi mungkin takdirlah yang akan mengakhiri kebahagian kita bersama dan disaat
itu Adrian meninggal.Dan setelah pemakaman Adrian selesai Dinda menunggu ada
sekitar dua jam karena bagi Dinda ini seperti mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar